“PSAK 118 Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan menggantikan PSAK 201”

Universitas Indonesia – Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Ilmu Akuntansi

“PSAK 118 Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan menggantikan PSAK 201”

Perubahan paling mendasar dalam PSAK 118 dibandingkan PSAK 201 adalah perubahan cara laporan laba rugi dikonstruksi dan dikomunikasikan. PSAK 118 memperkenalkan lima kategori pendapatan dan beban—operasi, investasi, pendanaan, pajak penghasilan, dan operasi yang dihentikan—dengan laba operasi sebagai subtotal yang secara eksplisit diwajibkan. Dengan demikian, laporan laba rugi tidak lagi sekadar mengikuti pola penyajian yang selama ini digunakan, tetapi memberikan struktur yang lebih konsisten untuk menjelaskan bagaimana entitas menghasilkan laba.

PSAK 118 juga memperkenalkan disiplin yang lebih kuat dalam penyajian ukuran kinerja manajemen (UKTM/MPM) dan subtotal laba. Jika manajemen mengomunikasikan ukuran kinerja tertentu kepada publik di luar laporan keuangan yang menggambarkan aspek kinerja keuangan, ukuran tersebut dapat menjadi UKTM dan harus dijelaskan, direkonsiliasi dengan subtotal yang ditentukan PSAK, serta disertai informasi mengenai pajak dan dampak kepentingan nonpengendali. Ini penting karena PSAK 118 tidak hanya mengatur apa angka yang disajikan, tetapi juga membatasi bagaimana ukuran kinerja alternatif digunakan untuk mencegah penyajian kinerja yang berpotensi menyesatkan.

Hal baru lainnya adalah penguatan prinsip agregasi dan disaggregasi serta penyajian beban berdasarkan sifat atau fungsi. PSAK 118 memberikan prinsip yang lebih terstruktur mengenai kapan pos harus digabungkan atau dipisahkan agar informasi material tidak “tersembunyi” dalam pos yang terlalu agregat. Jika beban disajikan berdasarkan fungsi, terdapat pula kewajiban memberikan informasi tertentu mengenai sifat beban, seperti depresiasi, amortisasi, imbalan kerja, dan penurunan nilai. Jadi, secara keseluruhan, PSAK 118 mengubah fokus dari sekadar format laporan laba rugi menjadi kualitas komunikasi kinerja keuangan: lebih terstruktur, lebih transparan, lebih dapat dibandingkan, dan lebih sulit dimanipulasi melalui subtotal atau ukuran kinerja alternatif.

CATEGORIES:

Uncategorized

Tags:

Comments are closed