Kurikulum Akuntansi Keuangan Berbasis PSAK – IFRS

Dalam kurikulum Perguruan Tinggi untuk Program Studi Akuntansi baik Program S1 maupun Program D3, bidang akuntansi keuangan merupakan kompetensi yang harus dikuasai dengan baik oleh para mahasiswa. Namun sayangnya bidang akuntansi ini seringkali kurang mendapat perhatian besar bagi para dosen dan program studi.

Beberapa indikasi kurangnya penguasaan kompetensi di bidang ini dibuktikan dengan tingkat kelulusan ujian sertifikasi akuntan publik untuk bidang akuntansi dan pelaporan keuangan relatif rendah, penguasaan mahasiswa atas PSAK yang merupakan pedoman yang harus dikuasai dengan baik dalam mata kuliah akuntansi kurang, sehingga dapat diperhatikan kualitas laporan keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan bahkan yang telah diaudit belum excellence. Tulisan singkat dan beberapa materi yang ada dalam blog ini mungkin dapat digunakan oleh teman-teman yang mengajar atau program yang ingin mengembankan mata ajar bidang akuntansi keuangan.

Akuntansi keuangan merupakan bidang ilmu yang mempelajari akuntansi untuk keperluan penyajian informasi keuangan kepada pihak eksternal. Fokus pada bidang ini adalah bagaimana sebuah entitas menyajikan atau melaporkan posisi keuangan dan kinerja entitas tersebut kepada pihak eksternal / di luar perusahaan. Mengingat pihak eksternal banyak dan penyusun tidak mungkin menjelaskan kepada semua pengguna informasi, maka diperlukan standar akuntansi. Standar diperlukan untuk keseragaman laporan keuangan dan menjadi perjanjian / kesepakatan mengenai hal-hal yang disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan.

Standar ini berkembang dinamis mengikuti kebutuhan pengguna informasi. Saat ini untuk standar akuntansi yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan perusahaan adalah PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) dan SAK ETAP (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik). Untuk entitas yang menjalankan bisnis berbasis akad syariah menggunakan PSAK Syariah. Untuk organisasi pemerintahan menggunakan PSAP (Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan). Keempat standar tersebut merupakan standar akuntansi keuangan.

Lulusan program studi akuntansi diharapkan dapat menyusun laporan keuangan jika bekerja dalam perusahaan. Jika bekerja sebagai auditor diharapkan lulusan mampu mengaudit laporan keuangan, yang pada hakekatnya menguji ketaatan laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi keuangan. Jika bekerja sebagai analis di bank, perusahaan sekuritas diharapkan lulusan dapat membaca laporan keuangan dengan baik. Semua kompetensi tersebut memerlukan penguasaan konsep dasar akuntansi dan standar akuntansi. Tidak hanya memahami namun mahasiswa dapat menggunakan standar dalam menyusun laporan keuangan.

Mata kuliah utama untuk membekali mahasiswa agar menguasai kompetensi tersebtu biasanya dibedakan menjadi tiga bagian yaitu pengantar akuntansi, akuntansi keuangan menengah dan akuntansi keuangan lanjutan. ketiga sub tersebut memiliki kompetensi yang berbeda, dan dianggap penguasaan dasar menjadi prasyarat untuk dapat menguasai kompetensi yang tingkat berikutnya.

Pengantar Akuntansi kompetensi yang diharapkan adalah mahasiswa dapat mencatat transaksi dan menyusun laporan keuangan sederhana. Fokus dalam mata ajar ini adalah mahasiswa memahami konsep dasar akuntansi, logika dasar persamaan akuntansi, aturan debit kredit, dapat menjalankan siklus akuntansi secara lengkap. Mahasiswa juga diharapkan mampu mencatat transaksi sederhana terkait dengan kas, piutang, persediaan, aset tetap, utang, investasi dan modal. Lebih menekankan pada kemampuan memahami transaksi dan bagaimana mencatat transaksi tersebut dalam pembukuan perusahaan. Mata kuliah akuntansi dapat diberikan dalam 4-6 SKS, seringkali dibagi menjadi 2 bagian yaitu pengantar akuntansi 1 dan pengantar akuntansi 2.

Berikut disampaikan silabus mata ajar untuk Pengantar Akuntansi. Sengaja dalam silabus tersebut tidak dipisahkan Pengantar Akuntansi 1 dan 2, diserahkan kepada dosen pengampu untuk membaginya sesuai dengan kemampuan input mahasiswa dan kesesuaiannya dengan SKS. Untuk mahasiswa dengan input yang bagus, cukup diberikan maksimal 4 sks, Pengantar Akuntansi 1 (2 SKS) dan Pengantar Akuntansi 2 (2SKS), namun jika ingin dasarnya kuat, sebaiknya diberikan 6 SKS.

Agar mahasiswa lebih memahami praktik dan mengetahui bagaimana transaksi terjadi ada beberapa penugasan yang dapat diberikan kepada mahasiswa, misal diminta untuk mencari laporan keuangan di koran atau website, mendatangi perusahaan untuk mengetahui bagaimana proses mencatat akuntansi dilakukan di sebuah perusahaan.

Disarankan mata kuliah ini dilengkapi dengan tutorial untuk berlatih secara praktik membuat jurnal, menyusun laporan keuangan. Akan sangat baik mahasiswa dikenalkan dengan sistem akuntansi berbasis komputer, sehingga tidak hanya mampu mencatat transaksi secara manual namun juga dapat mencatat transaksi dan menyusun laporan keuangan dengan menggunakan sistem akuntansi. Ada beberapa alternatif software yang dapat digunakan MYOB, Accurate, DacEasy, ExcelMacro, SAP. Fungsi lab untuk mengenalkan proses pencatatan dengan komputer sehingga saat di praktik sudah terbiasa, karena hampir semua entitas telah menggunakan komputer dan sistem dalam mengolah data akuntansinya.

Akuntansi keuangan menengah dan lanjutan, kompetensi yang diharapkan adalah mahasiswa dapat menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar. Sangat berbeda antara Pengantar Akuntansi dan Akuntansi Keuangan Menengah, fokus AKM pada penguasaan standar dan kemampuan untuk menerapkan standar dalam mencatat transaksi. Mahasiswa diajak untuk berpikir dan menentukan kapan transaksi dicatat, berapa jumlah yang dicatat, bagaimana disajikan  dan diungkapkan dalam keuangan.

Kesalahan yang sering terjadi mahasiswa atau bahkan dosen tidak dapat membedakan apa yang dipelajari dan diperoleh pada saat belajar PA dan AKM, dianggapnya sama. Dengan kata lain tidak ada nilai tambah yang diberikan pada saat belajar AKM. Kesalahan kedua, seringkali mahasiswa hanya diajarkan kalkulasi namun tidak menangkap konsep dasar perhitungan namun tidak memahami mengapa perhitungannya demikian. Ketiga, mahasiswa tidak tahu di bagian mana dalam laporan keuangan informasi tersebut disajikan dan bagaimana menyajikannya juga kurang paham. Keempat, mahasiswa sama sekali tidak diajarkan bahwa pengungkapan merupakan bagian dalam pelaporan selain penyajian. Sedikit sekali yang memahami apa yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan.

Matakuliah ini dapat dilengkapi dengan tutorial untuk melatih kemampuan membuat jurnal, menentukan pengakuan, menilai, menyajikan dan mengungkapkan denagan ilustrasi soal dan kasus. Hal yang tidak boleh ditinggalkan, dosen harus mengenalkan mahasiswa dengan laporan keuangan lengkap dan mengajak mahasiswa untuk membaca laporan keuangan. Dengan cara ini, untuk tiap topik yang dibahas mahasiswa dapat menguasai bagaimana nantinya menyusun laporan keuangan dalam sebuah perusahaan.